Hati

7:31 PM

Dulu, ketika masih status siswa di sekolah berasrama, gue sering banget mencuri-curi waktu untuk menggunakan laptop kemudian menulis sebuah tulisan.
Entah itu cerita, kisah sesaat, ulasan kejadian selama seminggu penuh, atau uneg-uneg yang gue rasakan saat itu.
Saat begitu sempit waktu yang gue miliki, otak gue malah semakin aktif merangkai kata.
Sekarang, ingin gue bertanya ke diri gue yang dulu, apa yang kau pikirkan sehingga bisa terus menulis tanpa henti, setiap hari.
Buku diary gue bisa ganti bahkan sebelum semesteran berganti.
Terlalu banyakkah yang gue pendam dahulu sehingga pengungkapan terbaik hanya melalui tulisan?
Ataukah terlalu banyak yang gue tak pedulikan sekarang sehingga yang tersisa hanya sekilas perasaan yang tak bisa untuk dituliskan?
.
.
Salah satu mimpi gue, dulu, menjadi seorang penulis. Bahkan, gue sempat berpikir untuk benar-benar menekuni bidang itu nantinya
.
Ada fase dimana gue hanya bisa menulis jika itu mengenai hati.
Banyak kata tiba-tiba terangkai indah jika bayang sesaat dia menghampiri
Padahal dulu, gue belum kenal dia
Darimana motivasi gue dulu muncul?
Sayangnya, akhir-akhir ini bayang dia tak pernah muncul maka tulisan gue tak pernah tersimpul
.
Tampaknya, karena menulis perkara hati, jangan hanya biarkan seseorang di dalamnya terlalu lama terpatri
Gue harus pintar membuat ruang-ruang lain,
Karena,
Jika salah satu orang memilih untuk tidak tinggal lagi, setidaknya masih banyak alasan untuk kata terangkai lagi

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts