White Corner
2:52 PM
Gue pernah baca kalo manusia hidup dibagi dalam beberapa generasi atau zaman. Pertama zaman kenabian, selanjutnya kempemimpinan empat Khulafaur rasyidin, setelah itu zaman Umayyah sampai Utsmaniyah, lalu fitnah dajjal, dan terakhir kepemimpinan Imam Mahdi.
Based on it kita hidup di zaman keempat. Zaman kejahatan merajalela, fitnah ibarat obrolan ringan, darah manusia berharga murah. In other words, we live at the worst era. Kelam, hitam, penuh jebakan.
Based on it kita hidup di zaman keempat. Zaman kejahatan merajalela, fitnah ibarat obrolan ringan, darah manusia berharga murah. In other words, we live at the worst era. Kelam, hitam, penuh jebakan.
Unfortunately, we have to compete in it. Our world has been created for being full of competition. Running competition for everything.
We run for achievement.
We run for acknowledgment.
We run to deny big problem.
We run because others run.
Always. Everyday. While all of us have known there is no limit satisfaction as the finish line in our mind. Can you imagine it? Kita semua sedang berlari, dalam keadaan gelap, banyak lubang yang entah dimana dan selalu siap menjebak moreover, we dont know exactly where the finish line is.
Salah langkah sedikit saja bisa terperangkap dalam lubang ular berkedok kelinci lucu. Salah bicara sedikit bisa dipatok ular kobra berbungkus sutra. Salah tindakan sedikit bisa terjebak dalam sarang singa yang diawal begitu menggemaskan.
Hiperbola? Mendramatisir? I think NOT. If you see our lovely dovey world now, you'll agree with my hiperbolic sentence.
But ... sometimes, even manytimes, I just need to take a rest, drink some juices, eat beverages, take a deep breath. Just stop for everything. Stop for pursuing something. It doesnt mean I'm not doing anything. Justru ini fase paling penting banget, paling basic kalo misalnya gue mau berlari lagi.
Gue harus mempelajari keadaan, mengenali lingkungan gue, berdiskusi sesaat, melihat dari sudut pandang berbeda, belajar melihat di dalam kegelapan.
Gue harus mempelajari keadaan, mengenali lingkungan gue, berdiskusi sesaat, melihat dari sudut pandang berbeda, belajar melihat di dalam kegelapan.
That's why I call my blog "White Corner".
#in live action music backgroundnya bakal JENG JENG JENG JEEEEENG
Oke, fokus.
#in live action music backgroundnya bakal JENG JENG JENG JEEEEENG
Oke, fokus.
Bukan apa-apa, gue cuma pengen beristirahat disini. Sejenak makan ice cream, duduk santai, dan bercerita pada dunia kalo gue punya orangtua, keluarga, sahabat, guru. Mereka adalah my precious white light for standing and smiling in this world.
0 komentar