Night thoughts

12:20 AM

11:57pm 
Thu_july, 06th 2017

halo everybody!
Judulnya berkesan kalo udah malem banget, tapi ini emang baru jam 11. Hari ini berlalu dengan baik, lancar; acara syukuran om gue yang bakalan nikah besok berlangsung meriah, orang banyak berdatangan, gue sebagai "pagar ayu dadakan" sukses ngantuk dan nyaris ketiduran pas pembacaan doa di sesi akhir.
Acara yang lain berlanjut malam, lamaran tante gue yang lain, yang insya Allah pernikahan akan dilangsungkan Agustus mendatang.
Dari seluruh rangkaian acara hari ini gue tengah malam begini tetap segar sampe gatau mau ngapain. C'mon, waktu gabut tengah malam sangat disayangkan kalo cuma nge-scroll timeline yang nggak jelas.
Gue yakin diantara kalian pernah di posisi gue, ingin tidur tapi otak kalian masih aktif berfikir, walaupun jujur gue engga ada mikir apapun daritadi. Hellloow, I'm currently in holiday which there is no task!
So, let's talk about everything that suddenly comes up in my mind.
Begadang tengah malam begini gue kadang di berbagai kondisi, kondisi sekarang termasuk netral. Gue pernah dalam kondisi galau, dalam semalam gue bisa bikin dua puisi; dalam kondisi stress gue bisa nyanyi-nyanyi gajelas; kondisi bahagia gue pernah dance, dan lain sebagainya.
Untuk beberapa orang begadang adalah saatnya mereka menyelam di pikiran mereka. Memikirkan banyak hal, bertanya atas dasar apa beberapa hal terjadi, dan mengulik satu demi satu kejadian. Gue jarang banget gitu. I'm not deep thinker. Gue lebih menikmati ketika sesuatu itu terjadi, tanpa banyak bertanya, merasakan polanya, kemudian melihat dari sudut pandang yang lebih puitis. Haha, such melancolic.
Anyway, talking about melancolic soul, gue jadi inget sesuatu. Gue pernah dengan konyolnya merasa ada tiga sisi jiwa yang hidup di diri gue. Jiwa pertama, jiwa yang gue perlihatkan pada orang-orang sekarang. Jiwa kedua, jiwa yang memaksa gue terus melakukan sesuatu. Sangat memaksa. Gue sangat keras terhadap diri gue sendiri, dan sisi pada jiwa inilah yang mengambil alih. Jiwa ketiga, jiwa ketika gue kecil dulu, my melancolic soul. Seseorang yang begitu perasa.
Gue sering merasa lelah ketika jiwa pertama dan jiwa kedua "bertengkar".
Ah, I'm finally sleepy now. Really.
Byee :)

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts